7 DEADLY SINS – AVARICE/GREED

Standard

Avarice/Greed (Keserakahan)

Keserakahan dapat dibagi menjadi tiga bagian penting sebagai berikut:

– Sebuah obsesi atau hasrat menggebu untuk memiliki benda-benda materi (hal-hal duniawi) lebih dan lebih lagi.

– Sebuah obsesi atau hasrat menggebu untuk memiliki kuasa (power) lebih dan lebih lagi.

– Sebuah ketakutan akan hari depan sehingga ketakutan ini mendorongnya untuk mengumpulkan benda-benda atau uang sebanyak-banyaknya guna hari depan yang ditakutinya itu.

Orang-orang yang dibelenggu oleh dosa keserakahan ini memiliki ciri khas yang sama, yaitu: perasaan yang tumpul! Efesus 4:19 mengatakan, “Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.”

Seseorang yang telah tumpul perasaannya tidak akan memusingkan dirinya dengan apa yang menjadi hukum Tuhan atau peraturan dunia ini. Hukum atau peraturan utama bagi mereka adalah kepuasan mereka sendiri! Di dalam “kamus” hidup orang seperti ini, tidak ada lagi yang namanya “sesamaku manusia”. Ia hidup hanya untuk si aku, si aku, dan si aku. Kemiskinan dan kekurangan sesamanya manusia tidak dihiraukan lagi olehnya.

Yesus, di dalam perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh memperingatkan dengan keras seraya Ia berkata, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” (Lukas 12:15)

Kunci untuk mematikan dosa ketamakan atau keserakahan ini adalah dengan “berjaga-jaga” dan “mewaspadai” diri senantiasa. Dengan apa? Dengan (1) firman Tuhan, (2) doa dan (3) persekutuan dengan sesama orang Kristen yang takut Tuhan. Ketiga hal ini akan sangat membantu kita untuk terhindar dari penyakit tumpulnya perasaan.

Cobalah renungkan sejenak dua pertanyaan refleksi diri di bawah ini:

– Apakah yang Anda rasakan ketika Anda melihat langsung seorang anak kecil yang begitu berkekurangan dan membutuhkan makanan di perempatan lampu merah?

– Apakah yang Anda rasakan ketika Anda mendengar langsung teriakan permohonan dari seorang yang ibu yang merintih memohon bantuan kepada Anda untuk anaknya yang sakit karena kelaparan?

Advertisements

About Franz Xaverius

Aku hanya ingin berada dalam zona "Nyaman"-ku, dimana Aku bebas menjadi diriku sendiri tanpa harus mengubah pribadiku menjadi seseorang yang diinginkan oleh orang lain... Aku adalah Aku.. I just want to be in the zone "Comfort", where I am free to be myself without having to change myself be desired by someone else ... I was .. I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s