7 DEADLY SINS – ENVY

Standard

Envy (Cemburu)

Envy tidak sama dengan jealous. Walaupun bahasa Indonesia menterjemahkannya sama, yaitu: cemburu, tetapi pada makna yang dikandung dari kata envy dan jealous terdapat perbedaan yang sangat penting. Jealous adalah kecemburuan yang diarahkan pada sesuatu yang memang merupakan milik kepunyaan pihak yang mencemburinya. Sedangkan envy adalah kecemburuan yang diarahkan pada sesuatu yang bukan merupakan milik kepunyaan pihak yang mencemburuinya.

Dengan kata lain, jealous adalah kecemburuan yang HARUS ADA pada diri seseorang yang memang kehilangan milik kepunyaannya. Tetapi envy adalah kecemburuan yang TIDAK PANTAS ada pada diri seseorang terhadap milik kepunyaan orang lain.

Allah, beberapa kali dicatat Alkitab, cemburu (jealous) pada bangsa Israel ketika bangsa Israel menyembah pada allah lain. Kecemburuan (jealousy) Allah pada bangsa Israel adalah kecemburuan yang pantas karena Israel adalah milik kepunyaan Allah. Seorang suami atau seorang istri pantas untuk cemburu (jealous) jika pasangannya menghianati janji pernikahan untuk saling setia; seia-sekata dan sehidup-semati. Sedangkan mantan pacar dari masing-masing pasangan yang sudah menikah ini, tidak pantas untuk mencemburui (envy) mantan pacar mereka yang sekarang telah menikah.

Dosa cemburu (envy) adalah dosa yang sangat merusak relasi antar manusia. Pada dasarnya dosa ini lahir dari keserakahan, keirihatian, dan ketidakmampuan untuk menerima keadaan diri sendiri apa adanya. Orang-orang yang “dirasuki” oleh envy sanggup melakukan hal-hal yang sangat mengerikan pada sesamanya. Seringkali para pencemburu (envy-er) ini bukan ingin merenggut sesuatu yang bukan miliknya dari orang lain yang memiliki untuk menjadi miliknya, bukan, tetapi seringkali ia (si pencemburu) ingin agar orang lain yang empunya sesuatu yang ia cemburui itu, kehilangan kepunyaannya sehingga orang lain itu menjadi sama seperti dirinya. Si pencemburu ini mendapat semacam kenikmatan psikologis dengan merenggut atau memusnahkan kepunyaan orang lain.

Sebagai contoh: Ada kasus yang pernah terjadi dimana seorang wanita single suka sekali untuk menghancurkan rumah tangga orang lain dengan jalan merayu dan menggoda seorang pria yang sudah berstatus sebagai suami dari orang lain. Wanita ini senang melakukannya hanya sekedar untuk melihat sang pria dan istri-nya yang sah ini bertengkar satu dengan yang lain. Pertengkaran mereka adalah kenikmatan bagi wanita ini. Setelah diamat-amati, ternyata wanita ini mempunyai semacam penyakit kejiwaan dimana ia sebenarnya iri dengan orang-orang yang berbahagia dengan pasangannya. Sedangkan ia sendiri tidak pernah mendapatkan kebahagiaan seperti itu di dalam suatu relasi yang serius dengan seorang pria. Jadi, wanita ini cemburu (envy) terhadap kebahagian yang dimiliki oleh orang lain, dan kuasa envy yang sudah mencengkram jiwanya membuat ia tidak segan-segan untuk merusak rumah tangga orang lain yang dilihatnya harmonis.

Melihat begitu mengerikannya daya rusak yang sanggup dilakukan oleh dosa cemburu (envy) ini, Petrus memperingatkan “karena itu BUANGLAH segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian (envy) dan fitnah.” (1 Petrus 2:1)

Jika Anda sayang membuang dosa ini, maka kerugian terbesar bukanlah pada orang-orang yang Anda cemburui, melainkan pada diri Anda sendiri. “Buanglah” segala kedengkian (envy) itu HARI INI juga!

Advertisements

About Franz Xaverius

Aku hanya ingin berada dalam zona "Nyaman"-ku, dimana Aku bebas menjadi diriku sendiri tanpa harus mengubah pribadiku menjadi seseorang yang diinginkan oleh orang lain... Aku adalah Aku.. I just want to be in the zone "Comfort", where I am free to be myself without having to change myself be desired by someone else ... I was .. I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s