7 DEADLY SINS – GLUTTONY

Standard

Gluttony (Ke-rakus-an)

Amsal 23:2 berbunyi, “Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!” – Dengan kata lain Amsal hendak berkata, “Matikanlah nafsumu yang besar, sebelum nafsu besarmu itu mematikanmu!”

Dosa rakus pada prinsipnya adalah dosa menginginkan kenikmatan lebih daripada yang seharusnya dan yang sewajarnya. Kenikmatan di sini bisa berupa makanan, minuman, baju, mobil, mainan, tas, barang elektronik, perhiasan, dan lain sebagainya. Kita dapat jatuh ke dalam dosa gluttony ini ketika kita menginginkan (menghasratkan dengan sangat) kenikmatan yang lebih daripada yang normalnya kita butuhkan. Sebagai contoh: Pada jaman Romawi Kuno (Ancient Rome), orang-orang Romawi mempunyai kebiasaan memuntahkan makanan yang sudah mereka makan, agar mereka dapat memasukkan makanan lagi ke dalam perut mereka. Dengan cara inilah mereka dapat memuaskan keinginan mereka dalam hal makanan dengan cara yang tidak wajar.

Mungkin area kenikmatan yang terbesar bagi kita bukan pada makanan, mungkin pada perhiasan, atau pada barang-barang elektronik, atau pada baju, atau pada hal-hal yang lain seperti perhatian dan kasih sayang. Inti dari dosa rakus di sini adalah menginginkan sesuatu yang fana, yang bisa memberikan kenikmatan pada jiwa ini dengan “porsi” yang tidak sewajarnya. Atau dosa rakus bisa juga dikatakan sebagai sebuah dosa yang tidak menempatkan Tuhan sebagai sumber utama (“batu” utama) kenikmatan hidup ini.

Adakalanya Tuhan Allah menunjukkan kasih sayang-Nya yang besar kepada kita dengan cara merenggut sumber-sumber kenikmatan hidup kita. Hal ini diperbuat oleh-Nya agar kita tidak “men-Tuhan-kan” sumber-sumber kenikmatan hidup kita, melainkan kita menjadikan Tuhan Allah sebagai satu-satunya sumber UTAMA kenikmatan hidup ini; baik di dunia sekarang ini, maupun di dunia yang akan datang nanti. Keluaran 34:14 berbunyi, “Janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu.”

Apakah atau Siapakah sumber utama kenikmatan hidup Anda? Anda tidak akan pernah menyesal meninggalkan sumber-sumber kenimatan hidup yang fana ini dan beralih kepada Sang Pemberi Hidup. “Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.” (Mazmur 100:3)

Advertisements

About Franz Xaverius

Aku hanya ingin berada dalam zona "Nyaman"-ku, dimana Aku bebas menjadi diriku sendiri tanpa harus mengubah pribadiku menjadi seseorang yang diinginkan oleh orang lain... Aku adalah Aku.. I just want to be in the zone "Comfort", where I am free to be myself without having to change myself be desired by someone else ... I was .. I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s