7 DEADLY SINS – LUST

Standard

Lust (Percabulan)

Dosa percabulan adalah dosa yang sangat keji dan menjijikkan di mata Tuhan. Yesus dengan sangat keras mengekspresikan kejijikkan-Nya akan dosa ini seraya Ia berkata: “Setiap orang yang memandang (with lustful eyes and minds) perempuan serta menginginkannya (memikirkan yang cabul tentangnya), sudah berzinah dengan dia dalam hatinya (!)” (Matius 5:28)

Perhatikanlah kata “dalam hatinya”. Hati manusia adalah pusat pengontrol segala tindak-tanduk kita. Manusia tidak mungkin melakukan tindakan aktual berzinah secara fisik, jika ia tidak pernah berzinah secara hati terlebih dulu. Oleh karena hatinya sudah berzinah, maka hatinya ini mendorong ia untuk berzinah secara fisik!

Yeremia pernah mengatakan suatu analisa yang sangat tepat tentang hati manusia, “Betapa liciknya hati, lebih licik daripada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?” (Yeremia 17:9) – Sungguh mengerikan apa yang sanggup Sang Dosa lakukan pada hati manusia, yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah ini. Hati yang seharusnya menjadi sebuah “ruang” bagi Allah untuk bersemayam dan bersekutu dengan manusia, sekarang telah “diduduki” dengan nyamannya oleh Sang Dosa. Dan persekutuan manusia dengan Sang Dosa di dalam ruangan ini telah membuat segala tindak-tanduk manusia menjadi jahat dan licik adanya.

Segala dosa aktual (tindakan atau aktivitas dosa) yang dilakukan oleh manusia, bermuara dari sebuah hati yang tidak lagi memberikan tempat terbaiknya bagi Allah. Jika saja hati ini memberikan tempat terbaiknya hanya bagi Allah, maka kita tidak akan mungkin berani memakai ruangan hati kita untuk berzinah dengan sesama kita. Mengapa? Karena di dalam ruangan hati kita ada Allah yang Maha Suci itu sedang duduk dan bersekutu dengan kita, bagaimana mungkin di ruangan yang sama dimana Allah itu ada, di sana juga kita melakukan perzinahan?

Setiap kali Anda ingin berzinah di ruangan hati Anda, stop-lah sejenak, lalu lihatlah apakah ada Allah sedang duduk di sana? Jika Allah ada di sana, masakah Anda berani berzinah di depan mata-Nya? Atau jika memang Anda berani, hal itu membuktikan bahwa di dalam ruangan hati Anda memang sudah tidak ada lagi Allah. . . .

Advertisements

About Franz Xaverius

Aku hanya ingin berada dalam zona "Nyaman"-ku, dimana Aku bebas menjadi diriku sendiri tanpa harus mengubah pribadiku menjadi seseorang yang diinginkan oleh orang lain... Aku adalah Aku.. I just want to be in the zone "Comfort", where I am free to be myself without having to change myself be desired by someone else ... I was .. I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s