7 DEADLY SINS – SLOTH

Standard

Sloth (Laziness atau Kemalasan)

Banyak dari kita berpikir bahwa dosa kemalasan adalah dosa karena tidak melakukan apa-apa, selain duduk-duduk atau tidur-tiduran tanpa melakukan apa-apa. Ya, hal ini memang benar adalah sebuah dosa kemalasan, akan tetapi ada begitu banyak orang yang sibuk dengan sangat mengerjakan hal-hal yang tidak seharusnya mereka lakukan, dan mereka malah menunda-nunda untuk mengerjakan hal-hal yang seharusnya mereka kerjakan sampai “nanti” atau “besok”. Mereka sengaja menyibukkan dirinya dengan perkara-perkara yang sepele, supaya dengan demikian mereka ada excuse (alasan) untuk tidak mengerjakan perkara-perkara yang jauh lebih berguna yang seharusnya mereka kerjakan “sekarang” dan “hari ini”. Sikap menunda-nunda untuk mengerjakan hal yang lebih penting dengan mengerjakan hal yang tidak penting adalah dosa kemalasan!

Sebagai contoh: Seorang pelajar bisa saja menyibukkan dirinya dengan berbagai kegiatan extrakurikuler yang ada di Sekolah, akan tetapi kegiatan extrakurikuler ini “dipakai” oleh mereka untuk menghindari diri mengerjakan tugas-tugas PR atau persiapan menjelang ulangan yang jauh lebih penting.

Atau orang tua yang sibuk begitu rupa di dalam pekerjaannya, sampai-sampai ia tidak punya waktu untuk bercengkrama atau bertamasya dengan anak-anaknya. Mereka (para orang tua) memakai alasan kesibukan di kantor atau kesibukan pekerjaan sebagai “alat” agar mereka tidak harus meluangkan waktu yang seharusnya bagi perkembangan emosional anak-anaknya. Berapa banyak anak-anak yang telah kehilangan figur orang tua (figur ayah atau figur ibu) di dalam proses perkembangannya? Sudah tidak terhitung jumlahnya. Sehingga tidak mengherankan jika kelak mereka (anak-anak ini) dewasa dan menjadi orang tua bagi anak-anak mereka, mereka cenderung akan melakukan kesalahan yang sama, seperti yang pernah dilakukan oleh orang tua mereka dulu. Hal ini menyebabkan banyak anak-anak yang bertumbuh dan menjadi dewasa tetapi tanpa kedekatan emosional yang sehat dengan orang tuanya. Kesan ayah atau ibu begitu kabur dan tidak jelas bagi mereka. Tidakkah hal ini sesuatu yang layak untuk kita perbaiki?

Beberapa ayat tentang kemalasan yang dapat menjadi bahan perenungan kita sekalian adalah: Amsal 6:6, 6:9, 10:26, 13:4, 15:19, 19:24, 20:4, 21:25, 22:13, 24:30, 26:13-16; Pengkhotbah 10:18. (Ambilah Alkitab Anda, dan bacalah ayat-ayat di atas. Janganlah Anda menunda [malas] untuk membaca ayat-ayat ini, mungkin Tuhan ingin berbicara sesuatu kepada Anda melalui ayat-ayat ini)

Advertisements

About Franz Xaverius

Aku hanya ingin berada dalam zona "Nyaman"-ku, dimana Aku bebas menjadi diriku sendiri tanpa harus mengubah pribadiku menjadi seseorang yang diinginkan oleh orang lain... Aku adalah Aku.. I just want to be in the zone "Comfort", where I am free to be myself without having to change myself be desired by someone else ... I was .. I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s