Monthly Archives: October 2011

Arti Kedutan (Text)

Standard

Kedutan sendiri adalah gerak reflek pada syaraf dibagian tertentu tubuh kita, yang bisa kita rasakan tanpa bisa kita kendalikan.

Jika anda ingin tahu apa arti kedutan itu silahkan simak tulisan di bawah ini :

01. Kedutan di ubun-ubun kepala : Akan mendapatkan kebahagiaan.

02. Kedutan pada bagian kepala sebelan kanan : Akan sakit.

03. Kedutan pada bagian kepala sebelah kiri : Akan mendapatkan kemuliaan.

04. Kedutan pada seluruh kepala : Akan melihat yang aneh-aneh atau ajal sudah dekat.

05. Kedutan pada dahi : Akan mendapat harta atau ilmu pengetahuan.

06. Kedutan pada tengkuk : Akan dicintai orang kaya.

07. Kedutan pada alis mata kanan : Akan berbahagia, tetapi terlebih dahulu mendapat kesusahan.

08. Kedutan pada kelopak mata kanan atas : Akan mendapat keuntungan.

09. Kedutan pada alis mata kiri : Akan bertemu dengan seseorang.

10. Keduatan pada kelopak mata kiri atas : Akan bertemu dengan kekasih/calon kekasih.

11. Kedutan pada kelopak mata kanan bawah : Akan bersedih.

12. Kedutan pada kelopak mata kiri bawah : Akan bersedih hati juga.

13. Keduatan pada ekor mata kanan sebelah atas : Akan sembuh dari sakit.

14. Kedutan pada ekor mata kiri sebelah atas : Akan bertemu keluarga jauh.

15. Kedutan pada ekor mata sebelah kanan bawah : Akan bertemu orang jauh.

16. Kedutan pada ekor mata sebelah kiri bawah : Akan sakit.

17. Kedutan pada biji mata kanan : Akan bersedih hati.

18. Kedutan pada biji mata kiri : Akan bersuka cita.

19. Kedutan pada sekujur hidung : Akan mencium kekasih.

20. Kedutan pada hidung sebelah kanan : Akan lepas dari penyakit.

21. Kedutan pada hidung sebelah kiri : Akan tercapai cita-cita.

22. Kedutan pada pelipis sebelah kanan : Akan mendapatkan kesukaran, kematian dan sebagainya.

23. Kedutan pada pelipis sebelah kiri : Akan mendapatkan ketenangan hati.

24. Kedutan pada telinga sebelah kanan : Akan mendapatkan khabar yang menyenangkan hati.

25. Kedutan pada telinga sebelah kiri : Akan kedatangan keluarga jauh.


Journal and Advice

Standard

Saya menerima dan membuka kesempatan untuk para pembaca wordpress yang ingin sharing maupun meminta masukan dan pendapat untuk segala hal baik sukacita maupun permasalahan yang sedang dialami dan dirasakan. Semua permasalahan pasti ada solusi dan jalan keluarnya. Jika itu dapat dibagikan maka akan jauh lebih baik, dan langkah untuk menemukan jalan keluarnya akan semakin dekat dan mudah pula..

Jadi jangan sungkan untuk menuangkan apa yang ingin kalian tuangkan pada akun wordpress ini..

Jika ingin melakukan pembacaan TAROT, membutuhkan Advice mapun Sharing Pengalaman. Silahkan Kirimkan dokumen anda ke email saya (chatz838@gmail.com), dan saya akan postkan untuk anda.

PEMBACAAN TAROT

  • Informasikan Nama, Tanggal, Bulan dan Tahun Kelahiran
  • Informasikan pertanyaan apa yang ingin anda tanyakan (CINTA, KARIR &KEUANGAN, KELUARGA dan Lain Sebagainya), semakin spesifik maka akan semakin baik

Exp: Bagaimana Keuangan saya di tahun ini? | Apakah hubungan saya harus berlanjut atau berakhir | apakah pekerjaan ini cocok untuk saya atau tidak

  • Tuliskan cerita singkat mengenai permasalahan yang anda rasakan sehinggal anda membutuhkan jawaban atau prediksi TAROT untuk membantu anda. Semakin detil cerita anda, semakin baik untuk pembacaan TAROT yang jelas.

untuk format yang lebih jelas maupun pertanyaan silahkan email langsung ke saya. (Chatz838@gmail.com)

Blessed It Be..

Franz Xaverius – Beautiful Karma

Zodiac – Astronomy – Astrology (Text)

Standard

Sejarah Zodiak
Zodiak berasal dari bahasa Yunani zoidiakos yang artinya tanda hewan kecil. Dalam bahasa latin kata ini menjadi zodiacus.  Zodiak sendiri diartikan sebagai area rasi bintang yang tampak dari bumi dilintasi oleh matahari setiap tahunnya.

Di masa lalu, para pengamat langit seringkali membuat garis imajiner antara bintang-bintang yang kemudian membentuk sebuat rasi bintang yang memiliki gambaran tertentu misalnya singa untuk rasi Leo. Nah, mereka tidak hanya mengelompokkan bintang-bintang menjadi satu rasi tapi juga membagi ekliptika (area yang dilintasi Matahari dalam siklus tahunannya) menjadi 12 area dengan besaran yang sama yakni 30 derajat.

Kedua belas area itu kemudian diisi masing-masing oleh satu rasi bintang yang kemudian dikenal sebagai Konstelasi Zodiak.  Jika Matahari bergerak dengan kecepatan yang sama maka ia akan memasuki rasi yang baru setiap 30 hari sehingga bisa dikatakan Matahari akan berada di setiap rasi selama 30 hari atau satu konstelasi untuk 1 bulan dimulai dengan posisi Matahari di Vernal Equinox, yang pada masa itu merupakan saat Matahari berada di rasi Aries.  Ke-12 rasi itu adalah : Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Pembagian area ini mempermudah pekerjaan para pengamat langit untuk mencatat posisi Matahari, Bulan dan planet  dengan adanya titik acuan yakni bintang-bintang. Dan sistem ini menjadi sistem koordinat langit pertama yang dibuat dan kemudian berkembang menjadi sistem koordinat yang kita kenal saat ini (sistem koordinat equatorial).

Pembagian ini pertama kali  dibuat oleh bangsa Babilonia pada masa awal / pertengahan milenium pertama sebelum Masehi (626 SM – 539 SM). Zodiak tersebut juga berasal dari modifikasi katalog MUL.APIN yang berisikan 200 pengamatan astronomi termasuk di dalamnya pengukuran yang terkait beberapa konstelasi. Sistem katalog MUL.APIN ini diyakini dibuat dikisaran tahun 1370 SM namun ada juga sumber yang menyebutkan pada circa 1830 SM.

Katalog bintang Babilonia ini kemudian masuk dalam astronomi Yunani di abad ke-4 SM dan kemudian digunakan oleh bangsa Roma. Penggambaran zodiak ini kemudian muncul dalam Al Magest Star Catalogue(130 – 170 AD) yang disusun oleh Ptolomy dari Alexandria dalam menggambarkan teori geosentrisnya.

Konstelasi Modern
Dalam perkembangan astronomi, di awal abad ke-20 para astronom melihat perlu adanya sebuah ketetapan dan batasan dari konstelasi yang resmi untuk digunakan oleh para astronom di seluruh dunia, mengingat penafsiran akan konstelasi itu berbeda dari tiap negara maupun tiap budaya yang ada di dunia. Alasan lainnya adalah untuk mempermudah penamaan bintang variabel baru yang tidak bersinar dengan kecerlangan yang tetap. Bintang seperti ini dinamakan berdasarkan rasi tempat ia berada. Karena itu penting untuk memiliki satu konstelasi yang disetujui oleh semua pihak.

Tahun 1930, IAU membagi langit berdasarkan 88 konstelasi modern yang dikenal hingga kini. Dalam pembagian itu, IAU juga meresmikan batas-batas setiap konstelasi untuk menghindari adanya sengketa wilayah antara satu rasi dengan rasi lainnya.

Dari ke-88 konstelasi tersebut 48 konstelasi diantaranya dicatat pada buku ke-7 dan ke-8 Claudius Ptolemy yakni Al Magest, meskipun asal muasal rasi-rasi tersebut masih belum diketahui dengan pasti. Diyakini penggambaran yang dibuat Ptolemy dipengaruhi oleh pekerjaan Eudoxus dari Knidos pada kisaran 350 SM.

Di antara abad ke-16 dan 17 Masehi, astronom Eropa dan kartografer langit menambahkan lagi konstelasi baru pada 48 konstelasi yang sudah dibuat Ptolemy sebelumnya. Konstelasi baru ini merupakan “temuan baru” yang dibuat oleh orang-orang eropa yang menjelajah bumi belahan selatan.

Johann Bayer pada abad ke-16 dalam atlas bintang, Uranometria menambahkan 12 konstelasi yang ia kumpulkan dari berbagai sumber. Di tahun 1624, Jacob Bartsch menambahkan 3 konstelasi kemudian di akhir abad ke-17 Johannes Hevelius menambahkan 7 konstelasi Baru dan pada akhirnya di circa 1750, Nicolas Louis de Lacaille menemukan 14 konstelasi di belahan langit selatan.

Ophiuchus dalam Konstelasi Modern

Dalam pemetaan konstelasi modern tersebut, istilah zodiak masih tetap digunakan untuk rasi bintang yang berada di ekliptika. Yang sedikit berbeda, setelah IAU melakukan pembatasan wilayah setiap rasi, maka setiap rasi ternyata tidak menghuni luas wilayah yang sama. Dan ini yang terjadi dengan wilayah setiap rasi di zodiak.

Jika dahulu bangsa Babilonia mempermudah pembagian dengan membagi masing-masing wilayah menjadi 30 derajat maka hasil bagi wilayah berdasarkan “keberadaan setiap rasi bintang di zodiak” menunjukkan kalau luas wilayahnya tidaklah sama untuk setiap konstelasi. Dengan demikian rasi yang dilintasi Matahari dalam siklus tahunannya itu meliputi 13 rasi yakni Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Ophiuchus, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces.

Pada konstelasi modern inilah Ophiuchus kemudian muncul sebagai salah satu rasi dalam area yang dilintasi Matahari dalam siklus tahunannya. Diketahui juga, keberadaan Matahari di rasi Ophiuchus ini 18,4 hari atau lebih lama dari keberadaan Matahari di Scorpio yang hanya 8,4 hari.  Rasi inilah yang kemudian digadang sebagai rasi ke-13. Apakah ini berarti Ophiuchus adalah rasi baru ?

Ophiuchus bukanlah “rasi baru” yang baru masuk dalam deretan konstelasi modern.

Rasi Ophiuchus sudah dikenal dalam pemetaan konstelasi sejak Yunani kuno dan digambarkan dalam konstelasi Ptolemy sebagai “Pemegang Ular” atau “The Serpent Bearer” di Al Magest Star Calogue. Konstelasi ini juga dipetakan dalam Farnese Globe, kopi atlas circa abad ke-2 SM.  Dalam Al Magest, Ptolemy juga mengidentifikasi rasi ini sebagai salah satu rasi yang dilintasi Matahari namun tidak diperhitungkan ke dalam zodiak.

Di masa lalu ketika tanda rasi ini dibuat dan dipetakan, ekliptika dibagi menjadi 12 area dengan batasan 30 derajat untuk masing-masing rasi di setiap 30 hari selama 1 tahun peredaran Matahari dari titik Aries dan kembali ke titik Aries (Vernal Equinox) di tahun berikutnya. Pada kenyataannya setiap rasi tidaklah memiliki luas area yang sama. Namun ini baru diketahui kemudian di tahun 1930 saat IAU menetapkan batas-batas wilayah rasi. Nah pada masa itu, diperkirakan Ophiuchus walau diketahui keberadaannya namun rasi ini bukanlah rasi yang cerlang dibanding Scorpius yang memang merupakan rasi yang terang dan mudah dikenali.

Zodiak dalam Astrologi 
Nah, untuk kaitan dengan astrologi, acuan yang digunakan berbeda karena basis yang digunakan adalah tropical zodiak yang membagi langit menjadi 12 bagian yang dihuni masing-masing rasi. Tropic disini berasal dari bahasa Yunani yang artinya titik balik. Dan pada dasarnya mengacu pada titik ketika Matahari terbit dan terbenam dan tampak akan berbalik dan bergerak ke utara di Bumi belahan utara atau ke arah selatan di Bumi belahan selatan di sepanjang horison setelah Winter Solstice atau ke arah sebaliknya setelah Summer Solstice.

Para astrolog ini bukannya tidak tahu mengenai keberadaan rasi Ophuchus namun pemahaman mereka berbeda dari astronomi yang menggunakan basis data pengamatan sebagai acuan. Selain itu berdasarkan pemahaman mereka pergeseran Matahari akibat presesi equinox juga tidak relevan. Karena itu zodiak dalam astrologi tetap 12 dan rentang waktunya juga tidak berubah.

Yang pasti tidak pernah ada hubungan apapun antara rasi bintang dengan nasib seseorang. Tapi penampakan rasi bintang di langit pada waktu tertentu memang bisa terkait dengan pola kehidupan masyarakat baik dalam kehidupan agraris yang bercocok tanam maupun dalam kehidupan maritim.