Author Archives: Franz Xaverius

About Franz Xaverius

Aku hanya ingin berada dalam zona "Nyaman"-ku, dimana Aku bebas menjadi diriku sendiri tanpa harus mengubah pribadiku menjadi seseorang yang diinginkan oleh orang lain... Aku adalah Aku.. I just want to be in the zone "Comfort", where I am free to be myself without having to change myself be desired by someone else ... I was .. I

Arti Kedutan (Text)

Standard

Kedutan sendiri adalah gerak reflek pada syaraf dibagian tertentu tubuh kita, yang bisa kita rasakan tanpa bisa kita kendalikan.

Jika anda ingin tahu apa arti kedutan itu silahkan simak tulisan di bawah ini :

01. Kedutan di ubun-ubun kepala : Akan mendapatkan kebahagiaan.

02. Kedutan pada bagian kepala sebelan kanan : Akan sakit.

03. Kedutan pada bagian kepala sebelah kiri : Akan mendapatkan kemuliaan.

04. Kedutan pada seluruh kepala : Akan melihat yang aneh-aneh atau ajal sudah dekat.

05. Kedutan pada dahi : Akan mendapat harta atau ilmu pengetahuan.

06. Kedutan pada tengkuk : Akan dicintai orang kaya.

07. Kedutan pada alis mata kanan : Akan berbahagia, tetapi terlebih dahulu mendapat kesusahan.

08. Kedutan pada kelopak mata kanan atas : Akan mendapat keuntungan.

09. Kedutan pada alis mata kiri : Akan bertemu dengan seseorang.

10. Keduatan pada kelopak mata kiri atas : Akan bertemu dengan kekasih/calon kekasih.

11. Kedutan pada kelopak mata kanan bawah : Akan bersedih.

12. Kedutan pada kelopak mata kiri bawah : Akan bersedih hati juga.

13. Keduatan pada ekor mata kanan sebelah atas : Akan sembuh dari sakit.

14. Kedutan pada ekor mata kiri sebelah atas : Akan bertemu keluarga jauh.

15. Kedutan pada ekor mata sebelah kanan bawah : Akan bertemu orang jauh.

16. Kedutan pada ekor mata sebelah kiri bawah : Akan sakit.

17. Kedutan pada biji mata kanan : Akan bersedih hati.

18. Kedutan pada biji mata kiri : Akan bersuka cita.

19. Kedutan pada sekujur hidung : Akan mencium kekasih.

20. Kedutan pada hidung sebelah kanan : Akan lepas dari penyakit.

21. Kedutan pada hidung sebelah kiri : Akan tercapai cita-cita.

22. Kedutan pada pelipis sebelah kanan : Akan mendapatkan kesukaran, kematian dan sebagainya.

23. Kedutan pada pelipis sebelah kiri : Akan mendapatkan ketenangan hati.

24. Kedutan pada telinga sebelah kanan : Akan mendapatkan khabar yang menyenangkan hati.

25. Kedutan pada telinga sebelah kiri : Akan kedatangan keluarga jauh.


Journal and Advice

Standard

Saya menerima dan membuka kesempatan untuk para pembaca wordpress yang ingin sharing maupun meminta masukan dan pendapat untuk segala hal baik sukacita maupun permasalahan yang sedang dialami dan dirasakan. Semua permasalahan pasti ada solusi dan jalan keluarnya. Jika itu dapat dibagikan maka akan jauh lebih baik, dan langkah untuk menemukan jalan keluarnya akan semakin dekat dan mudah pula..

Jadi jangan sungkan untuk menuangkan apa yang ingin kalian tuangkan pada akun wordpress ini..

Jika ingin melakukan pembacaan TAROT, membutuhkan Advice mapun Sharing Pengalaman. Silahkan Kirimkan dokumen anda ke email saya (chatz838@gmail.com), dan saya akan postkan untuk anda.

PEMBACAAN TAROT

  • Informasikan Nama, Tanggal, Bulan dan Tahun Kelahiran
  • Informasikan pertanyaan apa yang ingin anda tanyakan (CINTA, KARIR &KEUANGAN, KELUARGA dan Lain Sebagainya), semakin spesifik maka akan semakin baik

Exp: Bagaimana Keuangan saya di tahun ini? | Apakah hubungan saya harus berlanjut atau berakhir | apakah pekerjaan ini cocok untuk saya atau tidak

  • Tuliskan cerita singkat mengenai permasalahan yang anda rasakan sehinggal anda membutuhkan jawaban atau prediksi TAROT untuk membantu anda. Semakin detil cerita anda, semakin baik untuk pembacaan TAROT yang jelas.

untuk format yang lebih jelas maupun pertanyaan silahkan email langsung ke saya. (Chatz838@gmail.com)

Blessed It Be..

Franz Xaverius – Beautiful Karma

Zodiac – Astronomy – Astrology (Text)

Standard

Sejarah Zodiak
Zodiak berasal dari bahasa Yunani zoidiakos yang artinya tanda hewan kecil. Dalam bahasa latin kata ini menjadi zodiacus.  Zodiak sendiri diartikan sebagai area rasi bintang yang tampak dari bumi dilintasi oleh matahari setiap tahunnya.

Di masa lalu, para pengamat langit seringkali membuat garis imajiner antara bintang-bintang yang kemudian membentuk sebuat rasi bintang yang memiliki gambaran tertentu misalnya singa untuk rasi Leo. Nah, mereka tidak hanya mengelompokkan bintang-bintang menjadi satu rasi tapi juga membagi ekliptika (area yang dilintasi Matahari dalam siklus tahunannya) menjadi 12 area dengan besaran yang sama yakni 30 derajat.

Kedua belas area itu kemudian diisi masing-masing oleh satu rasi bintang yang kemudian dikenal sebagai Konstelasi Zodiak.  Jika Matahari bergerak dengan kecepatan yang sama maka ia akan memasuki rasi yang baru setiap 30 hari sehingga bisa dikatakan Matahari akan berada di setiap rasi selama 30 hari atau satu konstelasi untuk 1 bulan dimulai dengan posisi Matahari di Vernal Equinox, yang pada masa itu merupakan saat Matahari berada di rasi Aries.  Ke-12 rasi itu adalah : Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Pembagian area ini mempermudah pekerjaan para pengamat langit untuk mencatat posisi Matahari, Bulan dan planet  dengan adanya titik acuan yakni bintang-bintang. Dan sistem ini menjadi sistem koordinat langit pertama yang dibuat dan kemudian berkembang menjadi sistem koordinat yang kita kenal saat ini (sistem koordinat equatorial).

Pembagian ini pertama kali  dibuat oleh bangsa Babilonia pada masa awal / pertengahan milenium pertama sebelum Masehi (626 SM – 539 SM). Zodiak tersebut juga berasal dari modifikasi katalog MUL.APIN yang berisikan 200 pengamatan astronomi termasuk di dalamnya pengukuran yang terkait beberapa konstelasi. Sistem katalog MUL.APIN ini diyakini dibuat dikisaran tahun 1370 SM namun ada juga sumber yang menyebutkan pada circa 1830 SM.

Katalog bintang Babilonia ini kemudian masuk dalam astronomi Yunani di abad ke-4 SM dan kemudian digunakan oleh bangsa Roma. Penggambaran zodiak ini kemudian muncul dalam Al Magest Star Catalogue(130 – 170 AD) yang disusun oleh Ptolomy dari Alexandria dalam menggambarkan teori geosentrisnya.

Konstelasi Modern
Dalam perkembangan astronomi, di awal abad ke-20 para astronom melihat perlu adanya sebuah ketetapan dan batasan dari konstelasi yang resmi untuk digunakan oleh para astronom di seluruh dunia, mengingat penafsiran akan konstelasi itu berbeda dari tiap negara maupun tiap budaya yang ada di dunia. Alasan lainnya adalah untuk mempermudah penamaan bintang variabel baru yang tidak bersinar dengan kecerlangan yang tetap. Bintang seperti ini dinamakan berdasarkan rasi tempat ia berada. Karena itu penting untuk memiliki satu konstelasi yang disetujui oleh semua pihak.

Tahun 1930, IAU membagi langit berdasarkan 88 konstelasi modern yang dikenal hingga kini. Dalam pembagian itu, IAU juga meresmikan batas-batas setiap konstelasi untuk menghindari adanya sengketa wilayah antara satu rasi dengan rasi lainnya.

Dari ke-88 konstelasi tersebut 48 konstelasi diantaranya dicatat pada buku ke-7 dan ke-8 Claudius Ptolemy yakni Al Magest, meskipun asal muasal rasi-rasi tersebut masih belum diketahui dengan pasti. Diyakini penggambaran yang dibuat Ptolemy dipengaruhi oleh pekerjaan Eudoxus dari Knidos pada kisaran 350 SM.

Di antara abad ke-16 dan 17 Masehi, astronom Eropa dan kartografer langit menambahkan lagi konstelasi baru pada 48 konstelasi yang sudah dibuat Ptolemy sebelumnya. Konstelasi baru ini merupakan “temuan baru” yang dibuat oleh orang-orang eropa yang menjelajah bumi belahan selatan.

Johann Bayer pada abad ke-16 dalam atlas bintang, Uranometria menambahkan 12 konstelasi yang ia kumpulkan dari berbagai sumber. Di tahun 1624, Jacob Bartsch menambahkan 3 konstelasi kemudian di akhir abad ke-17 Johannes Hevelius menambahkan 7 konstelasi Baru dan pada akhirnya di circa 1750, Nicolas Louis de Lacaille menemukan 14 konstelasi di belahan langit selatan.

Ophiuchus dalam Konstelasi Modern

Dalam pemetaan konstelasi modern tersebut, istilah zodiak masih tetap digunakan untuk rasi bintang yang berada di ekliptika. Yang sedikit berbeda, setelah IAU melakukan pembatasan wilayah setiap rasi, maka setiap rasi ternyata tidak menghuni luas wilayah yang sama. Dan ini yang terjadi dengan wilayah setiap rasi di zodiak.

Jika dahulu bangsa Babilonia mempermudah pembagian dengan membagi masing-masing wilayah menjadi 30 derajat maka hasil bagi wilayah berdasarkan “keberadaan setiap rasi bintang di zodiak” menunjukkan kalau luas wilayahnya tidaklah sama untuk setiap konstelasi. Dengan demikian rasi yang dilintasi Matahari dalam siklus tahunannya itu meliputi 13 rasi yakni Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Ophiuchus, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces.

Pada konstelasi modern inilah Ophiuchus kemudian muncul sebagai salah satu rasi dalam area yang dilintasi Matahari dalam siklus tahunannya. Diketahui juga, keberadaan Matahari di rasi Ophiuchus ini 18,4 hari atau lebih lama dari keberadaan Matahari di Scorpio yang hanya 8,4 hari.  Rasi inilah yang kemudian digadang sebagai rasi ke-13. Apakah ini berarti Ophiuchus adalah rasi baru ?

Ophiuchus bukanlah “rasi baru” yang baru masuk dalam deretan konstelasi modern.

Rasi Ophiuchus sudah dikenal dalam pemetaan konstelasi sejak Yunani kuno dan digambarkan dalam konstelasi Ptolemy sebagai “Pemegang Ular” atau “The Serpent Bearer” di Al Magest Star Calogue. Konstelasi ini juga dipetakan dalam Farnese Globe, kopi atlas circa abad ke-2 SM.  Dalam Al Magest, Ptolemy juga mengidentifikasi rasi ini sebagai salah satu rasi yang dilintasi Matahari namun tidak diperhitungkan ke dalam zodiak.

Di masa lalu ketika tanda rasi ini dibuat dan dipetakan, ekliptika dibagi menjadi 12 area dengan batasan 30 derajat untuk masing-masing rasi di setiap 30 hari selama 1 tahun peredaran Matahari dari titik Aries dan kembali ke titik Aries (Vernal Equinox) di tahun berikutnya. Pada kenyataannya setiap rasi tidaklah memiliki luas area yang sama. Namun ini baru diketahui kemudian di tahun 1930 saat IAU menetapkan batas-batas wilayah rasi. Nah pada masa itu, diperkirakan Ophiuchus walau diketahui keberadaannya namun rasi ini bukanlah rasi yang cerlang dibanding Scorpius yang memang merupakan rasi yang terang dan mudah dikenali.

Zodiak dalam Astrologi 
Nah, untuk kaitan dengan astrologi, acuan yang digunakan berbeda karena basis yang digunakan adalah tropical zodiak yang membagi langit menjadi 12 bagian yang dihuni masing-masing rasi. Tropic disini berasal dari bahasa Yunani yang artinya titik balik. Dan pada dasarnya mengacu pada titik ketika Matahari terbit dan terbenam dan tampak akan berbalik dan bergerak ke utara di Bumi belahan utara atau ke arah selatan di Bumi belahan selatan di sepanjang horison setelah Winter Solstice atau ke arah sebaliknya setelah Summer Solstice.

Para astrolog ini bukannya tidak tahu mengenai keberadaan rasi Ophuchus namun pemahaman mereka berbeda dari astronomi yang menggunakan basis data pengamatan sebagai acuan. Selain itu berdasarkan pemahaman mereka pergeseran Matahari akibat presesi equinox juga tidak relevan. Karena itu zodiak dalam astrologi tetap 12 dan rentang waktunya juga tidak berubah.

Yang pasti tidak pernah ada hubungan apapun antara rasi bintang dengan nasib seseorang. Tapi penampakan rasi bintang di langit pada waktu tertentu memang bisa terkait dengan pola kehidupan masyarakat baik dalam kehidupan agraris yang bercocok tanam maupun dalam kehidupan maritim.

Astrology – Zodiac (History)

Standard

Sejarah zodiak dan Astrologi merupakan wawasan yang menarik untuk dikaji. Dari sudut astronomi, zodiak dikatakan terdiri daripada gugusan buruj atau rasi bintang yang terletak disepanjang lingkaran (garisan) matahari. Bulan dan juga planet-planet di galam galaksi Bima Sakti terletak di dalam lingkaran matahari yang pada masa yang sama berada di ruangan gugusan zodiak. Sumber astrologi pula menyifatkan zodiak sebagai tanda-tanda buruj yang terbahagi kepada dua belas bentuk yang sama besar. Zodiak kini terbahagi kepada tiga belas buruj yang terdiri daripada dua belas tanda-tanda.

Istilah zodiak diambil dari perkataan Latin zōdiacus, yang digubah daripada perkataan Greek ζωδιακός κύκλος (zōdiakos kuklos), yang membawa maksud lingkaran kecil haiwan. Istilah ini diambil berikutan fakta yang mengatakan separuh daripada tanda-tanda zodiak Greek purba terdiri daripada makhluk hidup. Pada hari ini, istilah dan juga nama-nama kesemua dua belas tanda-tanda lebih banyak dikaitkan dengan astrologi horoskopik walaupun zodiak masih lagi digunakan sebagai asas rujukan astronomi.

Zodiak sebagai kalendar
Sebuah lukisan abad ke-17 daripada Svetitskhoveli yang menggambarkan Yesus Kristus/Isa dalam lingkaran zodiak.
Konsep zodiak berasal dari Babylon dimana pada tahun 2000 Sebelum Masehi digunakan sebagai kaedah untuk memvisualisasikan berlalunya waktu. Seperti kalendar, ianya dibahagikan kepada dua belas bahagian, iaitu dua belas bulan dalam satu tahun. Tanda-tanda zodiak yang digunakan sekarang adalah daripada hasil kajian ahli astronomi Mesir, Ptolemy pada abad kedua Masihi, ketika zodiak sudah digunakan sekurang-kurangnya selama dua ribu tahun.
Tanda-tanda zodiak (astrologi) berserta maksud
Pada abad kelima sebelum masihi, zodiak (astrologi) telah dibagikan kepada dua belas bagian yang sama (satu untuk setiap bulan daripada tahun). Berikut merupakan senarai zodiak astrologi berserta unicode dan terjemahan dengan zodiak Serpentarius diabaikan
• Aries (♈): Kambing biri-biri – kawasan ekuinoks musim bunga pada 21
Mac, yang merupakan tempoh tahun baru bagi kalendar purba.
• Taurus (♉): Lembu jantan.
• Gemini (♊): Si kembar.
• Cancer (♋): Ketam – bermulanya musim panas, 21 Jun.
• Leo (♌): Singa.
• Virgo (♍): Gadis yang masih dara.
• Libra (♎): Dacing – musim gugur 21 September.
• Scorpio (♏): Kala jengking.
• Sagittarius(♐): Centaur si pemanah.
• Capricorn (♑): Kambing laut – musim sejuk 21 Disember.
• Aquarius (♒): Pembawa air.
• Pisces (♓): Ikan.

Simbol zodiak diyakini sebagai adanya periode khusus yang dapat digunakan untuk memprediksikan kehidupan dan kekayaan seseorang yang lahir dalam periode tertentu. Periode tersebut merupakan periode antar bulan mulai dari Januari sampai Desember dari seseorang yang lahir dalam jangka waktu tersebut. Sedangkan astrologis adalah orang yang mempelajari berbagai simbol zodiak dan mereka biasa melakukannya selama beberapa tahun untuk menguasai wawasan tentang makna di balik zodiak.
Astrologi Zaman Kuno
Selama zaman kuno bahkan sebelum umat manusia mulai hidup berkoloni dan sebelum adanya tulisan di muka bumi ini, pengetahuan tentang perubahan posisi bulan, matahari dan objek langit sangatlah berguna. Hal tersebut digunakan untuk memprediksi perubahan musim, menentukan cara hidup, dan sebagai tuntutan kepercayaan atas dewa-dewa.
Bintang dan planet jika dipandang dari sudut zaman modern diidentifikasi sebagai benda-benda angkasa yang memiliki massa dan orbit, bukan sebagai dewa. Namun, orang yang menggunakan cara pengamatan kuno tidak disingkirkan begitu saja karena mereka adalah orang-orang yang membuat perhitungan pertama dan kalender yang masih digunakan hari ini untuk melacak gerakan benda luar angkasa. Hal ini merupakan kebutuhan dasar untuk memprediksi benda-benda langit lainnya seperti komet dan sangat membantu bagi bagi astronomi modern.
Astrologi Mesopotamia
Pada sekitar awal 6000-7000 tahun yang lalu, para imam dari Mesopotamia di lembah musim panas sudah bisa melacak pergerakan planet Venus, bulan dan matahari dalam kaitannya dengan berbagai bintang sepanjang tahun. Bulan, Venus diidenfikasi oleh mereka sebagai dewa dan pergerakan posisi dewa tadi digunakan untuk menunjukkan perubahan musim, musim dingin dan musim panas. Pola bintang terlalu penting untuk diperhatikan, namun peristiwa seperti bintang jatuh dianggap sebagai tanda nasib baik atau sebagai tanda kehancuran yang akan datang tergantung pada pembacaan imam pada waktu itu.
Perjalanan matahari digunakan oleh para astronom India pada masa Veda untuk memahami perubahan musim dan matahari telah diidentifikasi dengan Wisnu yang dikatakan memiliki tiga aspek, yaitu banteng, singa dan ram. Secara kebetulan tiga aspek tersebut menjadi simbol yang kental dalam perkembangan politik India dan Near East selama pemerintahan Alexander Agung.
Simbol, Manusia, dan Benda Angkasa
Orang Mesir kuno menjadi yang pertama dalam mengidentifikasi berbagai tanda atau simbol dan dihubungkan dengan manusia. Mereka pulalah menghubungkan antara berbagai simbol, manusia, bulan, matahari, dan luar angkasa lainnya. Menurut catatan sejarah, sejak 2750 SM para astrolog telah menulis horoskop bagi orang-orang terkemuka di masyarakat Mesir. Namun, mereka tidak berdasarkan simbol zodiak maka mereka bukanlah nenek moyangnya dalam hal pembacaan horoskop zaman sekarang.
Asal Nama Rasi Bintang
Pada saat 1300 SM atau mungkin sebelumnya, orang-orang Assyria di Near East mulai mendapatkan kekuatan dan kendali wilayah lalu menaklukkan sebagian besar wilayah tetangga mereka. Mereka menyadari, dalam perjalanan panjang mereka, bahwa posisi bintang tetap saja sama, bedanya hanya sedikit lebih rendah atau lebih tinggi di angkasa, tetapi pada dasarnya posisinya sama. Hal ini menyebabkan adanya perkembangan rasi bintang, ini adalah dasar dalam pembuatan kalender yang akurat. Beberapa simbol untuk rasi bintang diperoleh dari agama mereka dan juga dari legenda rakyat.
Orang Assyiria awalnya memiliki delapan belas rasi bintang tetapi dikurangi menjadi hanya dua belas pada masa berjayanya Alexander Agung. Pengetahuan tentang perbintangan orang Babilonia dibawa kembali oleh para prajurit Yunani ke Yunani kuno dan imam mereka mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan tambahan pengetahuan yang luar biasa tentang para dewa. Rasi bintang dari zodiak Babilonia ada dua belas, yaitu Aquarius, Capricornus, Aquarius, Sagittarius, Libra, Scorpio, Leo, Spica, Praesepe, Pleiades, Gemini dan Aries.
Zodiak Yunani
Para astrolog Yunani mengubah nama Capricornus, Spica, Praesepe dan Pleiades menjadi Capricorn, Virgo, Taurus dan Cancer. Nama-nama inilah yang diketahui dan dipakai sampai sekarang. Setiap rasi bintang yang dikaitkan dengan dewa atau pahlawan memiliki kepentingan khusus yang terkait dengan setiap simbol zodiak. Pentingnya rasi bintang dapat dilihat dari kekuatan sihir atau keluhuran nama dewa atau pahlawannya.
Kelahiran seseorang adalah hal yang sangat penting bagi orang Yunani. Dengan memakai rasi bintang yang baru, kekuatan orang yang dilahirkan dapat ditentukan, hal ini dapat digunakan orang tua dalam mempersiapkan jalan hidup anak mereka dengan mengetahui dewa atau pahlawan yang akan menjadi pelindung mereka. Orang Yunani kemudian mulai percaya bahwa hidup seseorang sudah ditahbiskan dan pengetahuan tentang horoskop bisa membantu dalam memprediksi setiap peristiwa besar.
Astrologi Modern
Astrologi modern menghidupkan kembali sebagian besar tulisan Ptolomy yang merupakan seorang astronom dan matematikawan Yunani. Kita tidak tahu apakah ada hubungannya dengan pharoahs Mesir. Namun ia adalah kepala perpustakaan di perpustakaan besar Alexandria dan memiliki akses ke setiap berbagai tulisan tentang benda luar angkasa. The Tetrabiblos adalah volume keempatnya dalam astrologi yang menjelaskan setiap secara rinci tentang astronomi yang diketahui oleh orang Yunani kuno.
Kesuksesan bangsa Arab dan Romawi dalam pengetahuan tentang astronomi merupakan hasil dari tulisan Ptolomy. Bangsa Romawi tidak terlalu tertarik pada astronomi daripada orang-orang abad pertengahan dan Yunani, mereka cenderung tidak setuju bahwa hidup seseorang sudah ditakdirkan dan mereka malah lebih suka untuk menempatkan nasib mereka di tangan para dewa dan tindakan mereka sendiri.
Pada saat Kekaisaran Romawi jatuh, masyarakat abad pertengahan kembali ke cerita rakyat lokal dan astrologi itu jatuh kepada masyarakat barat sampai kemudian tulisan Ptolomy ditemukan kembali oleh dunia Arab sekitar pergantian milenium pertama yaitu sekitar tahun 999-1001. Dari zaman Yunani sampai periode renaisans, sebagian besar pengetahuan astrologi tidak berubah meskipun menghilang dari penggunaan sehari-hari selama beberapa ratus tahun. Astrologi ditolak oleh kelompok puritan dan Kristen Protestan dan disebut sebagai hal tidak memenuhi kaidah Kristen. Namun di bagian Katolik Eropa, tanda-tanda zodiak dan horoskop secara teratur telah diidentifikasi dan dikaitkan dengan kekuatan orang suci.
Astrologi menemukan jalan barunya pada abad ke-20 di dunia barat, khususnya di Amerika Serikat di mana orang mencari makna hidup terlebih lagi ketika masyarakat adat wilayah gereja mulai menghilang. Orang-orang menyelidiki agama lain seperti Buddhisme, kaballah, Wicca dan tradisi misterius lainnya sebagai astrologi yang mudah untuk dipelajari. Astrologi dinyatakan memiliki kaitan dan sinergi besar dengan para pembaca tarot dan telah membantu dalam menjaga seni kuno astrologi hidup pada abad ke-21.

Make Someone Stop Being Rude To You (Spells)

Standard
Item You Will Need : 
– 1 Orange Candle –
– Picture of Person If You Have One –
– If  Not Visualize The Person –
Instruction
Light the candle and start with concentrating on the persons face. Close your eyes and think about the times he/she was rude to you. Then take a deep breath open your eyes and stare into the flame. Chant three times:
When you will see me (mentions the persons name) Look at me with kindness Or dont look at me at all And from now on you wont be rude at me. Let it be as it is my will…
Then imagine the person smiling at you. And being kind. Then smile for positive energy and the most basic believe to it…
– This spell Is To Make Someone That Is Being Rude To You Stop. –

Anti Lonely Spells (Spells)

Standard

Item You Will Need : 

– Meditate –

– Voice –

Instruction

Anti Lonely Spells :

Here I am and I am me,
I am whole and I am free,
I am one and I’m a treat,
I am one and I’m complete.

Only one can laugh or cry,
Only one can bring and buy,
Only one can give me love,
Only one sun shines above.

I am here and I am free,
I decide my destiny,
Make my day and make my night,
Make them gorgeous, make them bright.

I am taking care of ME,
Help and comfort lovingly;
And no matter who YOU are –
I am ME, and I’m a STAR!

And there, stand up, clap your hands, and call your own name, call yourself as your own and one true champion, and from that place of true acceptance and confidence, come up with something that will really PLEASE YOUR LOVED ONE – YOU!

 

– It Makes You Feel Less Lonely and Comfortable